Rabu, 22 Juni 2011

0 Operation Flashpoint: Red River RELOADED

we love jepara & persijap


http://0.tqn.com/d/compactiongames/1/0/P/q/1/operation-flashpoint-red-river.jpb.jpg

Nama Operation Flashpoint sebagai salah satu franchise game yang menekankan genretactical military first-person shooter memang bukan hal baru lagi. Game keluaran Codemasters ini sudah punya paling sedikitnya lima game semenjak rilis pertama kali untuk PC. Melanjutkan dua game-nya yang terakhir, Operation Flashpoint: Cold War Crisisdan Operation Flashpoint: Dragon Rising, Codemasters kali ini membawa pertempuran terbarunya pada situasi konflik yang diceritakan tengah terjadi di Tajikistan. Dengan adaptasi sejumlah elemen yang diambil dari peristiwa nyata, Operation Flashpoint: Red River mengemas cerita perang bersifat fiksi di dalam gameplay yang manusiawi.
Setelah lebih sering dimanjakan dalam game-game sebangsa Call of Duty, Killzone dan sejenisnya, memainkan Operation Flashpoint: Red River ini rasanya mampu mengingatkan kamu kembali pada keterbatasan yang (sebenarnya lumrah saja) dimiliki oleh manusia-manusia yang menjadi jagoan di sejumlah game FPS. Jangan terburu-buru dan lupakan gaya run and gun yang sudah menjadi salah satu kebiasaan kamu dari kebanyakan game FPS belakangan ini, karena beraksi sendirian dan melakukan tindakan gegabah bakalan berakibat fatal dalam peperangan yang kamu lakukan di game bergenre tactical shooter ini.
Bermain sebagai Sgt. William Kirby, kamu ialah seorang pimpinan dari sebuah tim di satuan angkatan bersenjata AS yang disebut Fireteam. Bergerak layaknya sebuah tim bersenjata yang sesungguhnya, Fireteam terdiri atas empat class sebagai berikut: Rifleman, Grenadier, Scout, Auto Rifleman. Keempatnya merupakan pilihan class dengan karakteristik yang perbedaannya hanya sebatas pada pemilihan macam senjata yang digunakan, tanpa adanya pengelompokkan peranan class yang lebih mendalam lagi terhadap gameplay. Adapun hal yang cukup berpengaruh terhadap sistem team-based dalam game ini adalah fitur voice radio dimana kamu dapat melakukan berbagai perintah bersifat taktis untuk dijalankan oleh anggota tim kamu, seperti memerintahkannya bergerak, mengikuti kamu, melakukan flanking, naik ke kendaraan, melakukan serangan penetrasi pada lawan, dan sebagainya. Mirip seperti fitur yang mungkin juga pernah kamu temukan lebih dulu di sejumlah judul Brothers in Arms.
Berbeda dari cara penyampaian cerita yang lazim dilakukan pada sejumlah judul Call of Duty, Operation Flashpoint: Red River cenderung menampilkan pembawaan cerita dalam tempo yang terkesan apa adanya (sesuai dengan kronologi yang jadi setting-nya) tanpa disertai dengan banyaknya variasi di dalam misi (dikarenakan pula oleh penceritaan dari sudut pandang yang tidak sebanyak COD tentunya). Fireteam memerangi gerombolan gerilya Tajikistan dari satu titik ke titik lain, membersihkan jalur untuk dilewati konvoi pasukan AS (escorting mission), dan menjalankan kembali sejumlah repetisi objectivesyang sangat minim variasi. Hal-hal ini membuat game yang maksudnya lebih menonjolkan kesan game simulasi perang ini malah jadi semakin monoton serta membosankan, terutama setelah memainkan sekian banyak FPS yang belakangan ini lebih mengutamakan kekuatan sinematisasi ceritanya.
Di samping adanya fitur yang membagi class ke dalam empat pilihan, game FPS ini turut menyertakan pula beberapa gimmick yang bisa dibilang cukup umum seperti Weapon Customizations dan Player Progress. Seperti istilahnya itu sendiri, Weapon Customizations kembali mengartikan hadirnya fitur persenjataan yang dapat diperlengkap dengan memasangkan sejumlah attachment tertentu. Sementara itu, Player Progress merupakan fitur pengembangan karakter yang diterapkan dalam game ini. Dengan menyelesaikan misi, kamu bisa mengumpulkan poin (medal) yang dapat kamu alokasikan ke beberapa atribut status karakter. Di antaranya ada Sprint, Endurance, Battle Readiness, Assault Rifle Handling, Assault Rifle Training dan Tactical Awareness sebagai sedikit hal minor untuk diperhatikan. Dari sejumlah atribut yang ada, perlu dicatat kalau kamu tidak dilengkapi dengan mekanisme melee yang umumnya bisa kamu lakukan di sejumlah game sejenis.
Sebagai beberapa hal yang ikut menambah unsur realistis dalam simulasi perang game ini adalah fitur friendly fire dan health yang tidak dibuat regen seperti kebanyakan game FPS masa kini. Dengan health yang tidak bisa beregenerasi, dipastikan kamu pun harus lebih berhati-hati agar tidak beraksi gegabah. Untungnya, sekali terkena tembakan tidak akan langsung menghabisi kamu dalam seketika. Sebagai gantinya, game ini disertai dengan mekanisme first-aid yang mesti kamu lakukan untuk menghentikan pendarahan yang bakal terjadi setiap kali kamu tertembak. Tapi, perlu diperhatikan kalau hal ini tidak bisa kamu lakukan sambil bergerak, yang artinya kamu harus melakukan covering atau berada dalam posisi aman. Dalam kondisi yang sekarat, kamu pun bisa memanggil rekan setim untuk melakukannya terhadap kamu. Sayangnya, AI yang kurang responsif dan lamban cenderung menjadi salah satu kendala yang bakalan cukup sering kamu alami. Apabila tewas, maka kamu harus mengulangnya dari checkpoint yang ada kalanya ditempatkan kelewat jauh. Kesal lantaran AI, mati dan mengulang dari checkpoint dengan loading yang lama sepertinya bakal jadi kombinasi hal mengesalkan yang cukup bikin frustasi.


Awalnya, EGO Engine yang telah menjadi andalan Codemasters di sejumlah game balap andalannya terlihat begitu menjanjikan di berbagai preview yang ditampilkan untuk game ini. Sayangnya, hasil akhir yang dibawakan tampaknya belumlah cukup memberikan hasil sebaik apa yang diperlihatkan sebelumnya, dengan masih terdapatnya sekian banyak nilai minus untuk teknis grafisnya. Environment yang menampilkan tandusnya Tajikistan semakin berkesan gersang dengan background dan obyek-obyek yang nampak kurang hidup. Sama halnya dengan kekurangan pada efek bayangan yang tampak kasar dan efek tembakan api yang malah kelihatan berwarna hijau atau merah (kok malah jadi kayak Star Wars). Selain diisi dengan masih banyaknya kekurangan dari segi tampilannya, waktuloading yang lama pun dirasa jadi salah satu hal yang cukup mengganggu di game ini.
Sebagai game yang punya genre tactical FPS, suara dari fitur radio tentu memegang peranan tersendiri dan cukup penting untuk diperhatikan. Di samping berguna untuk mendukung gameplay-nya, voice radio inipun membuat medan pertempuran terkesan lebih realistis, meskipun ada kalanya juga kerealistisan ini terasa hilang dengan suara atasan kamu yang terdengar begitu cerewet dan log radio yang diulang-ulang. Selain itu, tidak ada hal yang membuat aspek suara di game ini dapat meninggalkan kesan tersendiri.(VGI)
Minimum RequirementsOperating System: Windows XP, Vista or Windows 7
CPU: Processor Intel Core 2 Duo @ 2.4 Ghz / AMD Athlon 64 X2 5200+
Graphics: 256 MB Graphics Memory
Sound Card: DirectX 9 Compatible
DirectX: Version 9
RAM: 1 GB
HDD: 6 GB free disk space

Download: 

Mediafire link
Pass: dlgames4free.blogspot.com

About the Author

I'm Dilipkumar, the founder of Wordpresstoblogger.info. This blogger Template was made by me, if you like it Subscribe to Our Feed and Follow Me on Twitter Wptoblogger

    Other Recommended Posts

  • game

0 komentar:

Posting Komentar

 
back to top