Senin, 15 November 2010

0 kemennangan tutup ahir tahun

we love jepara & persijap

Persijap Jepara mengatasi Bontang FC dengan skor 2-1 dalam laga Djarum Indonesia Super League di Gelora Bumi Kartini, Minggu (14/11) malam.

Kemenangan yang disebut pelatih Laskar Kalinyamat Suimin Diharja sebagai hal yang dramatis itu langsung disambut antusias ribuan suporter. Mereka merayakan kemenangan seusai laga dengan yel-yel dan konvoi. Itu adalah kemenangan terakhir tim Kota Ukir pada 2010 ini.

Dua gol Persijap dicetak Gendut Doni menit 34 dan Danan Puspito menit 85. Sedangkan gol balasan tim tamu dicetak Cornelis Geddy menit 77. ’’Kami akan bertanding lagi pada 2011, jadi kami menilai ini pesta akhir tahun,’’ kata Suimin Diharja saat konferensi pers.

Libur Panjang
Setelah laga menjamu Bontang FC, tim Kota Ukir akan libur panjang karena ada turnamen antarnegara ASEAN AFF Suzuki Championship. Laga berikutnya adalah melawan tuan rumah Sriwijaya FC pada 5 Januari 2011.

Suimin, pelatih kelahiran Binjai Sumatera Utara, memenuhi ambisinya untuk mencetak hattrick kemenangan guna membayar keterpurukan tim di masa-masa awal musim.

Pelatih berusia 54 tahun itu mengambil kendali penuh Persijap pada pertandingan keempat. Di masa transisi, timnya kalah dari Arema Indonesia dan Persipura Jayapura. Tapi Persijap menyambut positif kehadirannya.

Gaya kepelatihannya membuat semangat tim bangkit. Walau dua kali kalah, timnya tampil jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Buah peningkatan performa itu adalah tiga kemenangan beruntun. Sebelum mengalahkan Bontang FC, Evaldo dkk mengatasi Persiwa Wamena 3-2 dan Persisam Samarinda 1-0.

Tambahan sembilan poin di bawah kepelatihan Suimin dibantu tiga asistennya, Anjar JW, Arifyanto, dan Mukhlisin mendongkrak posisi tim dari zona degradasi ke papan tengah.

’’Kami ada dalam situasi yang sangat sulit saat masih imbang 1-1. Waktu hampir selesai, tetapi kami bisa mengatasi persoalan. Kami menang dengan sangat dramatis. Kami mendapat dukungan luar biasa dari suporter,’’ kata Danan Puspito.
READ MORE - kemennangan tutup ahir tahun
we love jepara & persijap
READ MORE -

Sabtu, 13 November 2010

0 Hachiko, kesetiaan seekor anjing

Hachiko, kesetiaan seekor anjing

--------------------------------------------------------------------------------
Di Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor anjing. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya.


Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.

Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.

Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.
Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.

Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.

Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan,” saya akan menunggu tuan kembali.”

“ Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!” teriak pegawai kereta setengah berkelakar.

Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,”guukh!”
Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.

Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.

Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia.
Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.

Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemudian, dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.

Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.

Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.

Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemudian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.

Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.


Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemudian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiku pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.we love jepara & persijap
READ MORE - Hachiko, kesetiaan seekor anjing

Rabu, 10 November 2010

0 sundulan youn jinakkan elang borneo.........

we love jepara & persijap

Persijap Jepara sukses memetik poin penuh saat menjamu Persisam Samarinda, Rabu, 10 November 2010. Lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011 ini berakhir dengan kemenangan Persijap 1-0.

Bertanding di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, tuan rumah memimpin lewat gol yang dicetak oleh Youn Son Min pada menit ke-16. Skor 1-0 untuk keunggulan Persijap.

Pada pertandingan ini, Persijap terlihat tampil mendominasi. Persijap bahkan nyaris menggandakan keunggulan lewat tendangan Johan Juansyah pada menit ke-18. Sayang bola masih mampu diblok oleh pemain belakang Persisam, Fandi Mochtar dan hanya menghasilkan tendangan penjuru. Pada menit ke-24, tendangan bebas Danan Puspito juga masih membentur mistar gawang.

Di menit-menit akhir babak pertama, Persisam yang tidak diperkuat striker andalannya, Pavel Solomin, mencoba membongkar pertahanan Persijap lewat kerjasama Ronald Fagundez-Julio Lopez. Namun hingga turun minum Elang Borneo belum juga mampu mencetak gol.

Di babak kedua, Persisam berbalik mendominasi jalannya laga. Namun pertahanan berlapis yang diterapkan oleh Persijap membuat Elang Borneo kesulitan membuka peluang untuk mencetak gol balasan.

Pada menit ke-51, Persisam mencoba mebuka peluang lewat kaki Ronald Fagundez. Sayang, laju bola terlalu lemah dan dengan mudah ditepis oleh kiper Persijap, Danang Wihatmoko.

Mendapat tekanan dari Persisam, tuan rumah mencoba memaksimalkan serangan balik. Hasilnya, beberapa kali penyerang-penyerang Persijap berhasil mengancam gawang Persisam yang dikawal Wawan Hendrawan.

Peluang Persijap lahir pada ke-60 lewat tendangan Johan Juansyah namun masih mampu ditepis Wawan. Wawan juga sukses menjinakkan tendangan Noor Hadi yang masuk menggantikan Gendut Doni.

Mendekati berakhirnya babak kedua, pertandingan berjalan semakin seru. Kedua tim silih berganti dalam melancarkan serangan. Bahkan pada menit ke-84, Rizki Novriansyah nyaris merobek jala Persisam.

Beruntung Wawan berada dalam posisi yang tepat sehingga dengan mudah mampu menepis bola yang mengalir deras ke arahnya. Hingga pertandingan usai, Persijap tetap unggul 1-0 atas Persisam.

Tambahan tiga angka membuat Persijap naik satu peringkat di klasemen sementara. Persijap kini berada di posisi ke-14 menggusur Persib Bandung dengan koleksi 7 poin dari 7 laga.

Sedangkan Persisam tak beranjak dari posisi 13 juga dengan koleksi 7 poin. Elang Borneo tak tergusur dari posisinya setelah unggul agregat gol atas Laskar Kalinyamat.

Susunan Pemain

Persijap Jepara
: Danang Wihatmoko (g), Fery La'ala, Evaldo Silva, Kassiadi, Anam Shahrul/Anggo Julian (57'), Danan Puspito, Youn Son Min/Enjang Rohiman (47'), Nurul Huda, Johan Juansyah, Riski Novfriansyah, Gendut Doni/Noor Hadi (62')

Persisam : Wawan Hendrawan (g), Jack Jaques Tsimi, Usep Munandar-KK, Fandi Mochtar, Akbar Rasyid, Ahmad Sembiring, Irsyad Aras-KK, Ronald Fagundez, Choi Dong Soo-KK/Isdianto, Julio Lopez
READ MORE - sundulan youn jinakkan elang borneo.........

Kamis, 04 November 2010

0 CEDERA YASIR KAMBUH LAGII.....!!!!!!!!!

we love jepara & persijap Di tengah masa jeda, pelatih Persijap Suimin Diharja memberi perhatian serius kepada posisi kiper. Pasalnya, cedera engkel kaki kanan penjaga gawang M Yasir kembali kambuh dalam latihan Selasa pagi.

Kiper kelahiran Medan itu divonis absen pada saat Laskar Kalinyamat menjamu Persisam Samarinda pada 10 November mendatang. ”Kami tinggal berharap kepada Danang Wihatmoko,” kata Suimin.

Memang masih ada kiper Abdul Latif Normawan yang bugar, tapi dia masih butuh banyak jam terbang. Menurut Suimin, jika Danang mengalami problem, Latif akan mendapat kepercayaan tinggi. Penjaga gawang muda itu juga juga berlatih serius.

Yasir cedera saat Persijap dijamu Persema Malang di Stadion Gajayana, 13 Oktober. Dia hanya bisa tampil 32 menit sebelum digantikan Danang.

Yasir terus menjalani terapi setelah sempat dirawat di RSU Kartini Jepara dan Rumah Sakit dokter Kariadi Semarang. Hasil pemeriksaan menemukan urat di bagian engkelnya sobek.

”Di dua rumah sakit itu, saya diberitahu cedera akan pulih maksimal satu bulan. Dalam masa pemulihan, saya menjalani terapi dan berlatih ringan,” ujar Yasir.

Pada latihan Selasa, dia kembali tersungkur setelah berlatih menyelamatkan gawang dalam sebuah simulasi. Sebelum kambuh, cedera itu sebenarnya sudah membaik.

Tak Sabar
Mantan kiper Persija Jakarta itu tak sabar merumput kembali. Dia belum pernah cedera dengan masa pemulihan sepanjang sekarang. Saat masih membela Persija dan Arema Malang, Yasir pernah cedera lutut. Hanya butuh waktu kurang dari sepekan untuk pulih.

Di sisi lain, Danang masih belum pulih total dari cedera lutut yang dideritanya musim lalu. ”Penampilannya terus membaik, tapi Danang belum pulih betul,” jelas pelatih kiper Arifyanto.

Belakangan muncul tawaran dari Persitara Jakarta Utara yang siap meminjamkan kiper Fauzi Toldo. Tawaran itu belum disikapi serius oleh manajemen Persijap, termasuk tawaran amunisi lain.

Pemain lain yang masih bergulat dengan cedera adalah Catur Rintang dan Xavi. Xavi cedera hamstring saat kompetisi akan bergulir. Saat sudah fit dalam tiga pekan terakhir, cederanya kembali kambuh.

Pengurus kelompok suporter Jetman Sulton Alfarisi menyatakan, wacana penambahan pemain perlu segera disikapi jika memungkinkan dan tersedia anggaran. ”Di semua posisi ada kelemahan. Pembenahan yang dilakukan pelatih baru saat ini sangat baik, tetapi Persijap masih butuh personel baru,” tuturnya. (H15-65/SM)
READ MORE - CEDERA YASIR KAMBUH LAGII.....!!!!!!!!!
 
back to top